Terkadang masyarakat salah mengartikan obesitas sebagai overweight. Padahal, obesitas tidak sama dengan overweight alias kelebihan berat badan.
Menurut Yusnalani Mukawi, Msc, Ahli gizi dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta, obesitas merupakan kelainan pada tubuh karena penimbunan jaringan lemak tubuh berlebih. Sehingga BB (berat badan) seseorang jauh diatas normal dan membahayakan kesehatan.
Sedangkan Overweight merupakan suatu keadaan dimana BB seseorang melebihi BB normal. Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar. Biasanya indikator obesitas yang paling gampang adalah apabila berat badan Anda 45 kg lebih berat dari berat badan normal Anda.
Ada 3 hal utama penyebab obesitas:
1. Faktor Genetik. Kemungkinan terserang jadi meningkat 10% kalau kedua orang tua Anda gemuk. Hal ini disebabkan gula darah orang tua yang tinggi bisa menurun. Tapi, menurut Yusna, obesitas yang disebabkan faktor genetik lebih mudah dicegah, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat: makan sehat, istirahat cukup dan olah raga teratur.
2. Faktor Psikologi. Kebiasaan mengonsumsi makanan enak tapi tidak sehat lema kelamaan bisa membuat ketagihan (addicted). Tahu-tahu, lemak sudah menempel di pinggang, paha dan lengan.
3. Faktor Lingkungan. Gaya hidup serba instan biasanya erat kaitannya dengan kalori tinggi. Pekerjaan yang menumpuk juga bisa membuat Anda tidak sempat memperhatikan olahraga dan apa yang Anda makan. Pelarian dari stres dan depresi kerja biasanya ke makanan, kalau Anda sedang BT pekerjaan pasti maunya makan enak.
Yang perlu diwaspadai adalah bahwa obesitas lebih mudah menyerang perempuan tanpa melihat usianya. Hal ini disebabkan karena wanita lebih senang ngemil dibandingkan pria dan aktifitas fisik wanita biasanya tidak sebanyak kaum pria.
Penelitian menyebutkan, 1) Di Amerika, lebih dari 60% wanita usia 20 tahun ke atas menderita obesitas (sumber:American Obesity Association); 2) Di Thailand, penderita obesitas naik 50% dari tahun 1998, dengan rincian 33,8% dari populasi wanita dan 31,5% dari populasi pria (sumber:AFP); 3) Lebih dari 5% penduduk di Indonesia menderita kegemukan berisiko.
Dari fakta-fakta tersebut di atas, maka sudah saatnya Anda memperhatikan pencegahan obesitas.
Trackback(0)